Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya menekan angka stunting melalui penguatan sosialisasi dan koordinasi bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Upaya ini menjadi prioritas sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bumi Etam.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan bahwa rapat koordinasi percepatan penanganan stunting secara rutin digelar dan dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3A) Kaltim.
Menurutnya, fokus utama Pemprov Kaltim saat ini adalah pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), periode penting yang dinilai sangat menentukan tumbuh kembang anak di masa depan.
“Bagaimana menekan prevalensi stunting sejak 1.000 HPK harus didukung penuh. Kita ingin memastikan anak-anak yang lahir di Kaltim tumbuh sehat dan terbebas dari stunting,” ujarnya.
Seno Aji menambahkan, sejumlah langkah konkret terus dilakukan Pemprov Kaltim, mulai dari pemberian makanan bergizi hingga dukungan alokasi anggaran bagi wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) seperti Kabupaten Penajam Paser Utara dan Mahakam Ulu.
“Bahkan soal penanganan stunting telah masuk dalam RPJMD Kaltim,” singkatnya. (adv/hr/ko)





