Pemkab Kukar Tegaskan Komitmen Lanjutkan Program Da’i Masuk Desa dan Tahfidz Tahun 2025

Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza. (Akmal/adakaltim)

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan komitmennya untuk tetap melanjutkan program keagamaan unggulan di tahun 2025.

Dua di antaranya ialah Program Da’i Masuk Desa dan Satu Desa Satu Tahfidz, yang menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan umat sekaligus pemerataan tenaga keagamaan di seluruh wilayah Kukar.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza, mengatakan kedua program tersebut sejalan dengan visi besar Kukar Idaman yang kini dikembangkan menjadi “Kukar Idaman Terbaik”.

Menurutnya, keberlanjutan program bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan bentuk konsistensi Pemkab Kukar dalam membangun sumber daya manusia yang religius dan berakhlak mulia.

“Program Da’i Masuk Desa dan Satu Desa Satu Tahfidz insyaallah akan tetap berlanjut. Kami sedang menyiapkan pola rekrutmennya dan mudah-mudahan seleksi bisa mulai berjalan pada November nanti,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan, pelaksanaan program akan lebih difokuskan pada kecamatan, kelurahan, dan desa yang selama ini belum memiliki tenaga da’i atau tahfidz.

Melalui pendataan dan pemetaan ulang, Pemkab Kukar ingin memastikan tidak ada lagi wilayah yang kekurangan tenaga pengajar agama.

Dendi menuturkan, selama lima angkatan pelaksanaan program, masih terdapat beberapa daerah yang belum terjangkau.

Karena itu, Pemkab Kukar akan mengundang seluruh camat dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) untuk membahas strategi pemerataan.

“Pada pertemuan nanti, kami akan memaparkan data desa dan kelurahan yang dari angkatan pertama sampai kelima belum ada perwakilan da’i dan tahfidznya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan program ini juga menjadi wadah pembinaan karakter masyarakat melalui dakwah dan pendidikan Al-Qur’an.

Selain memperkuat nilai-nilai religius di masyarakat, para peserta program juga disiapkan agar dapat berperan aktif sebagai tenaga pengajar di sekolah maupun lembaga pendidikan agama di daerah masing-masing.

Hingga kini, total sudah ada sekitar 250 da’i dan tahfidz yang ditempatkan di 193 desa, 44 kelurahan, dan 20 kecamatan di Kukar.

“Setiap kegiatan safari subuh kepala daerah, seperti di Kecamatan Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis, Muara Muntai, dan Kota Bangun, para imam dan petugasnya berasal dari program Da’i dan Tahfidz ini,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Bagikan :