Pemkab Kukar Targetkan Puja Sera Beroperasi April 2026

Kawasan Pujasera Tenggarong. (Akmal/adakaltim)

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan pengoperasian kawasan pusat kuliner dan UMKM Puja Sera yang direncanakan mulai dibuka secara resmi untuk umum pada April 2026.

Fasilitas yang berada di Kecamatan Tenggarong ini diposisikan sebagai ruang temu ekonomi dan sosial yang diharapkan mampu mendorong peningkatan aktivitas usaha lokal serta memperluas eksposur produk unggulan daerah.

Kepala Bidang Pengembangan UKM DiskopUKM Kukar, Fathul Alamin, menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi telah dituntaskan lebih awal dan kini pemerintah daerah mengalihkan perhatian pada tahap pengaturan operasional kawasan, termasuk proses seleksi pelaku usaha yang akan mengisi setiap unit tenan.

“Memang fungsinya untuk kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. Di situ masyarakat bisa berkumpul sekaligus menikmati produk UMKM. Tahun 2026 ini mulai kita fungsikan untuk pengisian tenan-tenan UMKM,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Ia menuturkan, kawasan tersebut nantinya juga akan diarahkan sebagai etalase kolektif produk UMKM asli Kukar

Selama ini, lanjutnya, promosi produk khas daerah masih tersebar di berbagai lokasi tanpa wadah terpadu, sehingga kehadiran Puja Sera diproyeksikan menjadi pusat representasi identitas produk lokal.

“Harapannya nanti di sana bisa menampilkan berbagai produk khas Kukar dan pelaku UMKM yang terlibat semuanya murni dari Kukar,” jelasnya.

Saat ini, DiskopUKM Kukar tengah merampungkan sistem pendaftaran bagi UMKM yang ingin bergabung sebagai tenant.

Skema pendaftaran akan segera diumumkan kepada publik dan terbuka bagi seluruh pelaku usaha tanpa pembatasan sektor.

“Dalam waktu dekat pendaftaran akan kita umumkan. Semua UMKM bebas mendaftar,” katanya.

Meski terbuka, pemerintah daerah tetap menetapkan proses penyaringan agar kualitas kawasan terjaga.

Setiap calon tenant akan dievaluasi berdasarkan standar yang mencakup mutu produk, legalitas usaha, rekam jejak pengalaman bisnis, hingga kemampuan promosi di ruang digital.

“Itu semua akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan UMKM mana yang layak masuk Puja Sera,” lanjutnya.

Pada fase awal pengoperasian, pengelola menyediakan 50 unit tenan yang akan dialokasikan berdasarkan kelompok usaha, mencakup sektor kuliner, minuman, hingga produk kerajinan dan cenderamata.

“Totalnya ada 50 tenan. Nanti kita bagi sesuai jenis produk baik itu makanan, minuman, dan kerajinan,” pungkasnya. (ak/ko)

Bagikan :