Pemkab Kukar Matangkan Program Terima Kasih Guru Ngajiku

Kabag Kesra Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza. (Akmal/adakaltim)

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan program unggulan Terima Kasih Guru Ngajiku, yang digagas sebagai bentuk penghargaan bagi para tokoh agama yang telah mengabdikan diri dalam pembinaan keagamaan masyarakat.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Kabupaten Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang dirancang untuk memperkuat peran tokoh keagamaan di tingkat masyarakat.

“Program ‘Terima Kasih Guru Ngajiku’ adalah wujud apresiasi pemerintah kepada para guru ngaji, imam masjid, marbot, dan tokoh Islam lainnya yang selama ini telah menjadi pilar dalam menjaga kehidupan beragama di Kukar,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum pelaksanaan program tersebut.

Namun, tahapan itu masih menunggu pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

“Begitu RPJMD disahkan, kami akan segera membentuk tim teknis untuk menyusun petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, termasuk mekanisme serta kriteria penerima manfaat,” terangnya.

Dendy menjelaskan, mekanisme pendataan peserta umrah nantinya akan mengacu pada sistem program Gratispol milik Pemprov Kaltim, dengan menggunakan data dari Kementerian Agama.

“Kami ingin memastikan bahwa penerima manfaat adalah warga Kukar yang benar-benar aktif dalam kegiatan keagamaan serta memiliki pengabdian yang terverifikasi,” jelasnya.

Menurut Dendy, program ini tidak hanya sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga menjadi cara Pemkab Kukar memperkuat nilai religius dan motivasi para tokoh agama di masyarakat.

“Kami ingin memberikan semangat baru bagi mereka agar terus berkontribusi dalam membangun moral dan karakter umat di Kukar,” ucapnya.

Ia menargetkan, pelaksanaan program ini dapat dimulai pada tahun 2026, setelah seluruh perangkat hukum dan teknis telah selesai dipersiapkan.

“Insyaallah, jika semua berjalan sesuai rencana, tahun depan sudah ada peserta umrah pertama yang diberangkatkan melalui program ini,” pungkasnya. (adv/ak/ko)

Bagikan :