Pemkab Kukar Lepas 13 Peserta Pelatihan Welder SMAW 4G ke Batam

Pelepasan peserta pelatihan Welder SMAW 4G ke Batam. (Akmal/adakaltim)

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melepas 13 peserta untuk mengikuti pelatihan welder SMAW 4G ke Batam.

Kegiatan pelepasan tersebut digelar di Pendopo Bupati Kukar, Tenggarong pada Rabu (10/12/2025).

Hal ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar siap berdaya saing di sektor industri.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri memaparkan bahwa program pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Kukar dengan SKK Migas.

“Pelepasan peserta ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh pembiayaan kegiatan ditanggung sepenuhnya oleh SKK Migas melalui kerja sama dengan K3S, termasuk sejumlah kontraktor karya seperti PHN dan PHSS.

Pemerintah daerah, kata dia, bertugas melakukan seleksi dan menyiapkan peserta, sedangkan pelaksanaan teknis pelatihan dilakukan oleh lembaga yang memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi.

“Seluruh pembiayaan kegiatan ditanggung 100 persen oleh SKK Migas melalui K3S,” kata dia menegaskan.

Menurutnya, SKK Migas sebagai regulator bekerja sama dengan Pemkab Kukar dalam pelaksanaan program ini, sementara lembaga Petrotecno ditunjuk sebagai penyelenggara pelatihan.

Petrotecno dipilih karena telah memenuhi standar dan spesifikasi yang dibutuhkan industri migas dan manufaktur.

Aulia menyebutkan, program pelatihan welder SMAW 4G tersebut telah memasuki tahun ketiga dan menunjukkan hasil yang sangat positif.

Peserta dari angkatan sebelumnya dinilai mengalami peningkatan kualitas hidup setelah mengikuti pelatihan dan mendapatkan pengalaman kerja di luar daerah.

“Selain dibekali keterampilan teknis, peserta juga mendapat dukungan penyaluran kerja sehingga lebih siap memasuki dunia industri,” jelasnya.

Ia juga berpesan agar para peserta tidak terburu-buru kembali ke daerah dan memanfaatkan peluang kerja yang tersedia di Batam, yang dikenal memiliki kebutuhan tinggi terhadap tenaga welder.

Melalui program ini, peserta yang diprioritaskan berasal dari keluarga desil 1 hingga desil 4 diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup keluarga serta berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan di kukar.

“Harapan kita, melalui kesempatan ini, peserta dapat memperbaiki kehidupan mereka dan keluarga,” pungkasnya. (ak/ko)

Bagikan :