Tenggarong – Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menempatkan dirinya sebagai pusat perhatian melalui pelaksanaan Festival Kota Juang Sanga-Sanga yang akan digelar selama tujuh hari, mulai 26 Januari hingga 1 Februari 2026.
Agenda ini disiapkan sebagai ruang perjumpaan antara sejarah, budaya, hiburan, dan ekonomi masyarakat lokal.
Festival tersebut bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi media untuk menghidupkan kembali memori tentang peran penting Sanga-Sanga dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia di Kalimantan Timur.
Melalui rangkaian kegiatan yang disusun, panitia ingin menghadirkan pengalaman historis yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pengunjung.
Panitia Festival Kota Juang Sanga-Sanga, Eldira Farel, menyampaikan penyelenggaraan festival ini diarahkan untuk memperluas pemahaman publik mengenai nilai historis Sanga-Sanga yang selama ini belum sepenuhnya dikenal secara luas.
“Melalui Festival Kota Juang ini, kami ingin memberitahu masyarakat luar bahwa Sanga-Sanga pernah menjadi saksi peristiwa heroik perjuangan kemerdekaan. Ini adalah sejarah besar yang patut dikenal dan diingat,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (20/1/2026).
Selama sepekan pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan berbagai agenda yang merefleksikan semangat perjuangan dan kebersamaan.
Panitia menyiapkan kegiatan napak tilas sejarah, renungan suci di Makam Pahlawan, serta ramah tamah dengan keluarga veteran sebagai bentuk penghormatan terhadap para pejuang.
Selain itu, upacara peringatan, pementasan teater bertema sejarah, dan pesta rakyat turut menjadi bagian dari rangkaian acara.
Di sisi ekonomi, festival ini juga menjadi panggung bagi pelaku usaha lokal melalui penyelenggaraan Expo UMKM.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana promosi produk-produk unggulan, sekaligus membuka peluang perluasan pasar bagi pelaku UMKM yang selama ini tumbuh di tingkat lokal.
Sektor hiburan turut mendapat porsi besar dalam festival ini, beragam pertunjukan seni disiapkan untuk menarik minat pengunjung, mulai dari tarian daerah hingga penampilan musik dari band lokal dan regional.
Salah satu yang dijadwalkan tampil adalah band asal Samarinda, GNR, bersama sejumlah talenta musik lokal Sanga-Sanga.
“Untuk hiburan, kita mengutamakan talent lokal, tapi juga ada band dari luar daerah. Ini sekaligus menjadi ajang bagi seniman lokal untuk tampil dan dikenal,” ungkapnya.
Dari sisi penyelenggaraan, festival ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Dukungan tersebut mencakup fasilitasi lokasi kegiatan, penyediaan sarana pendukung, serta dukungan teknis bagi pelaku UMKM dan komunitas seni yang terlibat dalam acara.
Eldira menilai Festival Kota Juang Sanga-Sanga selalu memiliki daya tarik kuat di mata masyarakat.
Tingginya tingkat partisipasi warga setiap tahun menjadi indikator bahwa kegiatan ini telah melekat sebagai agenda penting yang dinantikan.
“Antusias masyarakat luar biasa, selalu ramai dan meriah. Karena ini event tahunan yang memang ditunggu-tunggu,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan yang konsisten, panitia berharap Festival Kota Juang Sanga-Sanga dapat terus tumbuh dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Ke depan, festival ini diharapkan mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia dan mengukuhkan Sanga-Sanga sebagai kota bersejarah di Kutai Kartanegara.
“Harapan kami, festival ini bisa terus berkembang, makin dikenal, dan suatu saat bisa menjadi event tingkat nasional. Supaya Sanga-Sanga semakin dikenal sebagai kota yang kaya sejarah,” tutupnya. (ak/ko)





