Tenggarong – Anggota DPRD Kaltim Firnadi Ikhsan menggelar kegiatan Dialog Rakyat di Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kukar pada Sabtu (13/12/2025).
Kegiatan ini membahas tentang program pembangunan sekaligus pengawasan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim.
Koordinator Kelompok Tani Seturus Satu jawatan Etam Segala 1,2,3, M Yakin menyampaikan bahwa kondisi kehidupan masyarakat saat ini kesulitan mengolah lahan untuk kegiatan pertanian hortikultura dan perkebunan.
Hal itu disebabkan oleh keberadaan lahan petani yang belakangan ini diketahui berada dalam kawasan hutan penelitian dan pengembangan. Persoalan ini menimbulkan kerisauan bagi para petani karena menghambat proses pemanfaatan lahan oleh petani.
Menanggapi persoalan itu, Firnadi Ikhsan menekankan bahwa ada banyak program di bidang pertanian dalam arti luas yang bisa di akses oleh kelompok tani dalam rangka mengembangkan potensi lahan dan menciptakan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga, seperti pertanian perkebunan, peternakan dan perikanan.
“Adapun terkait permasalahan lahan maka ada beberapa opsi hingga kemungkinan mengusahakan pelibatan dalam kelompok perhutanan sosial,” katanya.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltim ini, menyambut positif semangat warga dengan ide pembangunan sebagai modal dasar pengembangan pembangunan lebih jauh.
Kata dia, keterlibatan aktif masyarakat juga merupakan pilar utama dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Besarnya APBD harus sejalan dengan pemenuhan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Dialog interaktif ini menjadi wadah bagi masyarakat Desa Sebulu Modern untuk menyampaikan aspirasi dan tantangan pembangunan yang mereka hadapi secara langsung.
Serta, memastikan bahwa setiap kebijakan publik yang dihasilkan berpihak pada kepentingan rakyat.
Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat dengan mendalami posisi masalah dan mencari jalan keluar bersama pemerintah kabupaten dan pihak BPKH Kaltim. (ak/ko)





