DPMD Kukar Targetkan Bangun 15 Posyandu Baru pada 2025

Kepala DPMD Kukar, Arianto. (Akmal/adakaltim)

Tenggarong – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pemerataan akses layanan kesehatan masyarakat melalui pembangunan posyandu di desa dan kelurahan.

Tahun 2025, DPMD Kukar menargetkan pembangunan 15 gedung posyandu baru yang tersebar di beberapa kecamatan.

“Insya Allah pada tahun 2025 nanti, kami menargetkan pembangunan sekitar 15 gedung posyandu baru di beberapa kecamatan,” ujar Kepala DPMD Kukar, Arianto, Jumat (11/4/25).

Arianto menyebut, pembangunan fasilitas posyandu ini menjadi bagian dari program Dedikasi Kukar Idaman yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan dasar, terutama kesehatan keluarga.

Menurutnya, posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa/kelurahan.

Tiga posyandu baru di wilayah Hulu Kukar juga baru saja diresmikan oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, yaitu di Desa Kota Bangun I, Desa Loleng, dan Desa Kedang Murung.

“Ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Kukar memiliki total 816 posyandu, 799 di antaranya dibangun melalui dana pembangunan desa dan kelurahan, sementara sisanya merupakan kontribusi pihak swasta.

Dari keseluruhan posyandu, DPMD Kukar lebih berfokus mendampingi dan membina posyandu yang dikelola oleh pemerintah desa.

“Fokus kami adalah menangani 799 posyandu tersebut, karena sisanya sudah didukung oleh pihak swasta,” terang Arianto.

Sejak 2023 hingga 2024, DPMD Kukar telah membangun sekitar 40 posyandu baru di 20 kecamatan.

Pembangunan tidak hanya sebatas penyediaan gedung, tetapi juga disertai upaya peningkatan kapasitas kader dan penyediaan sarana-prasarana penunjang.

“Alhamdulillah, berkat pembinaan, penyediaan sarana-prasarana, serta peningkatan kualitas kader, hasil yang diraih sangat menggembirakan. Ini membuktikan bahwa posyandu sangat strategis dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama anak-anak,” ungkapnya.

Arianto juga mengapresiasi capaian Kota Ikatan Negara yang berhasil menempati posisi tertinggi dalam kegiatan pengukuran dan penimbangan serentak tingkat Kalimantan Timur pada Juni 2024 lalu.

Ia menyebut, capaian itu menjadi bukti bahwa penguatan kelembagaan posyandu berdampak nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami, dengan terus bertambahnya jumlah posyandu yang layak dan peningkatan kualitas kader, pelayanan kesehatan di seluruh desa dan kelurahan di Kota Ikatan Negara akan semakin optimal dan merata,” tutupnya. (adv/ak/ko)

Bagikan :