Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus mengupayakan percepatan penyediaan air bersih bagi desa-desa yang masih minim akses.
Air bersih menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, hingga kini masih ada beberapa desa yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Melalui kerja sama dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) serta Perumda Air Minum Tirta Mahakam, program ini ditargetkan rampung pada 2025.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyebutkan sekitar 60 hingga 70 desa di Kukar masih mengalami keterbatasan akses air bersih.
Hal ini berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama dalam mencegah penyakit yang disebabkan oleh konsumsi air yang tidak layak.
“Kami secara rutin melakukan evaluasi agar fasilitas yang dibangun bisa berfungsi optimal. Penyediaan air bersih ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup warga,” ujar ucapnya, Senin (17/2/25).
Ia menyebutkan, salah satu desa yang menjadi prioritas adalah Desa Perangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, yang secara geografis sulit dijangkau oleh jaringan PDAM.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur air bersih, tetapi juga edukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan air yang sehat. Serta pengelolaan air bersih secara berkelanjutan.
“Dengan adanya program ini, kami berharap masyarakat bisa menikmati akses air bersih yang layak. Air yang tercemar dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, kolera, dan infeksi kulit. Oleh karena itu, program ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga upaya menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada peran serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan masyarakat dalam pengelolaan serta pemeliharaan fasilitas air bersih.
“Penyediaan air bersih harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga desa-desa yang selama ini kesulitan bisa benar-benar merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Ak/ko)





