Kutai Kartanegara – Prestasi sebagai Pramuka Garuda mulai mendapat perhatian dalam proses penerimaan peserta didik. Sertifikat yang dimiliki peserta didik dapat menjadi nilai tambahan dalam sejumlah proses seleksi pendidikan.
Kepala Bidang Kepramukaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Nopan Solihin mengatakan, predikat Pramuka Garuda dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika siswa melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP maupun SMP ke SMA.
“Misalnya dari SD mau ke SMP atau SMP mau ke SMA, dia sebagai Pramuka Garuda dan memiliki sertifikat, itu bisa diprioritaskan. Sama seperti prestasi lainnya, sertifikat itu menjadi poin tambahan,” kata Nopan.
Menurutnya, sekolah membutuhkan peserta didik yang memiliki prestasi dan potensi untuk dikembangkan. Karena itu, prestasi nonakademik, termasuk kepramukaan dan olahraga, dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penerimaan.
“Sekolah mencari bibit-bibit yang bagus. Kalau dia pernah juara di bidang olahraga atau memiliki prestasi lainnya, itu bisa menjadi poin utama atau poin penunjang,” ujarnya.
Nopan menyebut perhatian terhadap prestasi Pramuka Garuda juga mulai berkembang pada jenjang pendidikan tinggi dan sekolah kedinasan.
Ia mencontohkan Universitas Mulawarman yang disebut memberikan perhatian terhadap pemegang sertifikat Pramuka Garuda, termasuk peluang memperoleh prioritas sesuai ketentuan dan kerja sama yang berlaku.
“Sekolah kedinasan mulai melihat ke situ. Cuma banyak unsur lain yang dinilai, misalnya fisik, tinggi badan, dan poin-poin penunjang lainnya. Jadi sertifikat Pramuka Garuda ini sifatnya sebagai nilai tambahan,” jelasnya.
Selain jalur pendidikan, prestasi Pramuka Garuda juga mulai mendapat perhatian melalui program beasiswa bagi peserta didik berprestasi.
“Beasiswa juga begitu. Kemarin beasiswa Pramuka Garuda kemungkinan juga sudah didapatkan. Jadi sudah mulai mendapat perhatian,” timpalnya. (adv/ns/ko)




