Tenggarong – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Republik Indonesia (RI), Filianingsih Hendarta, menyambangi Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura untuk menegaskan arah sinergi antara Bank Indonesia dan institusi adat dan budaya.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Senin (26/1/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda silaturahmi Bank Indonesia dengan Kesultanan Kutai yang bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat kerja sama strategis di daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai budaya.
Rombongan Deputi Gubernur BI RI disambut langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura ke- XXI, Aji Muhammad Arifi, didampingi Bunda Ratu serta jajaran kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di lingkungan Kedaton.
Filianingsih menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Kesultanan Kutai.
Ia memandang Kesultanan sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa yang hingga kini tetap konsisten menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan identitas budaya.
“Kesultanan Kutai merupakan bagian penting dari sejarah bangsa. Nilai-nilai kearifan lokal, kebersamaan, dan keseimbangan yang diwariskan lintas generasi sejalan dengan semangat Bank Indonesia dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Filianingsih juga menegaskan komitmen BI untuk terus memperkuat sinergi dengan Kesultanan Kutai, terutama dalam mendukung pelestarian budaya, pengembangan ekonomi kerakyatan, penguatan UMKM, serta peningkatan literasi ekonomi dan keuangan masyarakat.
“Melalui silaturahmi ini, kami berharap sinergi antara Bank Indonesia dan Kesultanan Kutai Kartanegara, termasuk dengan jajaran prioritas daerah, dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur,” tuturnya.
BI menilai nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang dijaga Kesultanan Kutai merupakan modal sosial yang kuat dalam menopang pembangunan ekonomi daerah.
Karena itu, kolaborasi antara kedua pihak dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Pangeran Hario Notonegoro menyampaikan, kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Kesultanan Kutai untuk memperkenalkan kekayaan adat istiadat dan budaya yang dimiliki Kukar kepada BI.
Ia juga menilai kehadiran Deputi Gubernur BI RI beserta rombongan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan tata krama Kesultanan Kutai Kartanegara.
“Apa yang dilakukan Deputi Gubernur Bank Indonesia beserta rombongan mencerminkan penghormatan dan menjunjung tinggi adab Kesultanan Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (ak/ko)





