Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan langkah pemantauan kualitas udara menyusul adanya keluhan terkait debu batu bara di wilayah Bakungan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pemerintah daerah akan memanfaatkan anggaran dalam APBD Perubahan untuk memasang alat pemantau kualitas udara di sejumlah titik yang dinilai berpotensi mengalami pencemaran.
Menurutnya, pemantauan tidak hanya ditujukan untuk mengukur debu, tetapi juga berbagai potensi pencemaran udara lainnya, termasuk asap.
“Kita sekarang melalui kebijakan kita di APBD Perubahan melihat situasi udara. Bukan hanya debu, ada asap dan lain-lain di beberapa titik potensial. Pemkab Kukar mengambil kebijakan memasang alat untuk melihat pencemaran udara di lingkungan sekitar,” ujar Aulia.
Ia mengatakan hasil pengukuran nantinya akan menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan langkah lebih lanjut apabila ditemukan kondisi yang tidak sesuai dengan ketentuan lingkungan.
Aulia menegaskan, apabila hasil pemantauan menunjukkan adanya pencemaran yang tidak sesuai dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah disepakati, pemerintah daerah akan mengambil tindakan sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Kita berharap nanti kita ukur dan seandainya ini tidak sesuai dengan AMDAL yang sudah disepakati, kita akan tindak dengan tegas sesuai dengan kewenangan yang dimiliki Pemerintah Daerah itu sendiri,” timpalnya. (adv/ns/ko)




