Tenggarong – Rencana pendirian Gerai Koperasi Merah Putih di lapangan sepak bola Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dihentikan.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Komandan Rayon Militer (Danramil) 0906/01 Tenggarong, Lettu Sugiyanto, setelah pihaknya menyerap aspirasi masyarakat yang menghendaki lapangan tersebut tetap difungsikan sebagai ruang olahraga dan kegiatan warga.
Penghentian pembangunan diambil setelah dilakukan komunikasi intensif antara aparat, pemerintah setempat, dan warga.
“Dari kesepakatan bersama masyarakat, Koperasi Merah Putih tidak akan kami lanjutkan dibangun di lapangan sepak bola ini. Lapangan ini masih digunakan oleh masyarakat, sehingga kami akan mencari lokasi lain yang lebih strategis dan aman,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).
Sugiyanto menegaskan, penghentian ini tidak mengubah arah program Koperasi Merah Putih yang telah dirancang.
Program tetap berjalan, namun dengan penempatan lokasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan lingkungan dan tidak mengganggu fungsi fasilitas umum.
Sebagai tindak lanjut, pihak Danramil bersama pemerintah kelurahan dan kecamatan akan melakukan pemetaan wilayah untuk menemukan titik pengganti yang dinilai dapat menunjang kegiatan ekonomi warga di Kelurahan Timbau.
“Untuk sementara ini kami hentikan, dan kami akan mencari tempat lain. Titiknya belum ada, masih akan dicari bersama,” jelasnya.
Di sisi lain, Sugiyanto memastikan lapangan sepak bola akan segera ditata ulang agar kembali dapat digunakan oleh masyarakat seperti sebelumnya, khususnya bagi anak-anak dan pemuda yang rutin berolahraga di lokasi tersebut.
“Akan kami kembalikan seperti semula. Nanti akan diratakan kembali sehingga lapangan bisa digunakan lagi untuk anak-anak bermain bola,” kata dia.
Ia juga membuka ruang dialog terkait kemungkinan pengembangan fasilitas publik di lokasi tersebut pada masa mendatang, dengan opsi pembangunan sarana yang lebih representatif seperti gedung serbaguna, lapangan futsal, maupun lapangan bulu tangkis, tentunya melalui kesepakatan bersama masyarakat.
Menjawab sorotan warga terkait minimnya pelibatan RT dan masyarakat dalam perencanaan awal, Sugiyanto mengakui adanya kendala komunikasi dalam proses pelaksanaan di lapangan.
“Sebenarnya kemarin sudah ada pelibatan. Namun, memang ada warga yang setuju dan ada yang tidak. Yang menyatakan setuju ini menyampaikan bahwa sudah aman, sehingga pembangunan sempat berjalan. Tapi begitu ada penolakan, kami langsung mengutamakan kepentingan masyarakat,” ungkap dia.
Ia menegaskan, TNI akan tetap mengedepankan kepentingan rakyat dan mengutamakan penyelesaian persoalan melalui musyawarah demi menjaga keharmonisan sosial.
“Ini murni miskomunikasi. Yang jelas, kami akan mencari solusi terbaik. TNI tetap bersama rakyat,” pungkasnya. (ak/ko)





