Tenggarong – Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Kartanegara (Disbun Kukar) mengikuti kegiatan skrining penyakit tidak menular (PTM) dan skrining kebugaran jasmani yang dilaksanakan bersama UPTD Puskesmas Rapak Mahang Tenggarong, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan yang digelar pada 23–24 Oktober 2025 itu menjadi langkah nyata dalam upaya mencegah penyakit menular sekaligus menjaga kebugaran ASN agar tetap prima dalam bekerja.
Sekretaris Disbun Kukar, M. Taufik Rahmani menyebutkan, kegiatan skrining ini merupakan bagian dari komitmen Disbun Kukar dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Ia menilai, kondisi kesehatan pegawai berpengaruh langsung terhadap semangat dan kualitas pelayanan publik.
“ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam menerapkan gaya hidup sehat. Kesehatan yang baik akan mendukung semangat dan kinerja dalam melayani publik,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memperkuat kolaborasi antara Disbun Kukar dan Puskesmas Rapak Mahang dalam meningkatkan kesadaran pegawai terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan agar setiap ASN lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.
“Kami ingin ASN Disbun tidak hanya unggul dalam kinerja, tetapi juga sehat dan bahagia. Dengan tubuh yang bugar, kita bisa bekerja lebih optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.
Pada pelaksanaan hari pertama, para ASN menjalani pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, kadar kolesterol, gula darah, asam urat, serta tekanan darah.
Tim medis dari Puskesmas Rapak Mahang menemukan bahwa kasus hipertensi dan kolesterol tinggi masih cukup dominan di kalangan ASN Disbun Kukar.
Temuan ini menjadi pengingat penting, akan perlunya pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin.
Disisi lain, ketua tim skrining PTM, Zaira Adriani menjelaskan, pemeriksaan kesehatan tidak hanya bertujuan mendeteksi penyakit sejak dini, tetapi juga sebagai upaya membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga keseimbangan tubuh.
Ia menekankan agar ASN sebaiknya tidak menunggu sakit untuk melakukan pemeriksaan, melainkan menjadikannya kebiasaan rutin.
“Menjaga pola makan, rutin berolahraga, serta mengelola stres dengan baik adalah kunci utama untuk mencegah penyakit tidak menular,” ungkapnya.
Selain pemeriksaan, kegiatan juga diisi dengan edukasi kesehatan yang menghadirkan tenaga medis untuk memberikan arahan personal mengenai pola hidup seimbang dan pengelolaan stres di tempat kerja.
Para peserta mendapatkan panduan praktis agar dapat menyesuaikan aktivitas kerja dengan kebiasaan sehat sehari-hari.
Pada hari kedua, kegiatan nantinya akan dilanjutkan dengan tes kebugaran jasmani berupa lari sejauh 1,6 kilometer di Creative Park Tenggarong.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sebanyak 12 ASN belum diizinkan mengikuti tes karena mengalami tekanan darah tinggi, kadar gula tidak stabil, serta keluhan nyeri sendi,” tutupnya. (ak/ko)





