Tenggarong – Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Muhammad Idham turun langsung memperjuangkan pembangunan kembali SDN 024 Sebulu yang baru saja dilanda kebakaran hebat.
Ia mengatakan bahwa sekolah tersebut akan menjadi prioritas dalam anggaran murni 2026, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal secepatnya.
Hal itu disampaikan Idham usai meninjau langsung lokasi kebakaran pada Rabu (5/11/2025), sehari setelah peristiwa tersebut terjadi.
Ia menegaskan, kebakaran yang menghanguskan empat ruang kelas itu menjadi perhatian serius dan harus segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Kukar.
“Insya Allah kita akan usahakan karena ini sifatnya mendesak,” ujarnya kepada media ini.
Menurutnya, langkah cepat perlu dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski dengan keterbatasan ruangan.
Politikus dari Fraksi PKS ini menyampaikan, pembangunan kembali SDN 024 Sebulu akan dimasukkan dalam anggaran murni tahun 2026.
“Ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Kita harapkan pada awal tahun nanti sudah mulai dilakukan pembangunan ruang kelas untuk SDN 024 Sebulu,” tegasnya.
Untuk solusi sementara, Idham menjelaskan, proses belajar mengajar akan diatur dengan sistem dua shift.
“Anak-anak kemungkinan akan masuk sekolah dengan sistem pagi dan sore. Karena yang terbakar ada empat ruang, masih ada empat ruang lainnya yang bisa digunakan,” kata dia.

Ia juga menuturkan, dirinya telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan tindak lanjut pembangunan dapat segera dimulai.
“Kita akan minta bagian terkait, termasuk kabid SD dan kabid sarpras Disdikbud Kukar, untuk menindaklanjuti hal ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, Idham mengaku prihatin dengan kondisi sekolah dan para siswa.
“Kasihan juga karena barang-barang sekolah habis terbakar, tidak tersisa. Namun, kita harapkan pihak sekolah bisa tetap mengatur kegiatan belajar dengan baik,” tuturnya.
Ia menyebut akan segera merekomendasikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, agar SDN 024 Sebulu menjadi prioritas utama dalam pembangunan.
“Ini sangat penting dan sifatnya urgent. Harapannya, tidak seperti biasanya yang menunggu pertengahan atau akhir tahun, tapi bisa seperti proyek PU yang sudah mulai dikerjakan di awal tahun,” pungkasnya. (ak/ko)





