Tenggarong – Ancaman terhentinya mobilitas warga membayangi Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) setelah jembatan kayu yang menjadi satu-satunya penghubung desa mengalami kerusakan berat.
Kondisi tersebut menempatkan warga pada situasi rawan karena jalur vital untuk berbagai aktivitas kini berada di ambang tidak dapat digunakan.
Selama ini, jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung utama warga untuk beraktivitas di luar desa, termasuk mengangkut hasil usaha, mengakses sekolah, serta menjangkau fasilitas layanan kesehatan.
Namun demikian, kerusakan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat fungsi jembatan kian terbatas dan tidak lagi aman.
“Sekarang kondisinya makin parah. Motor saja warga sudah takut lewat,” ujar seorang warga, Jumarni, Jumat (30/1/2026).
Saat ini, kendaraan roda empat sama sekali tidak dapat melintas, bahkan bagi pengendara sepeda motor, melintasi jembatan tersebut menjadi aktivitas yang penuh risiko karena lantai kayu yang lapuk dan struktur jembatan yang tampak tidak stabil.
Melihat kondisi tersebut, warga setempat sempat melakukan upaya darurat secara swadaya.
Perbaikan sederhana dilakukan agar jembatan masih bisa dilewati, meskipun hanya dalam kondisi terbatas dan tidak menjamin keamanan jangka panjang.
“Warga sempat gotong royong supaya motor masih bisa lewat, tapi itu cuma sementara saja,”tuturnya.
Masyarakat berharap ada perhatian dan penanganan segera dari pemerintah daerah.
Apabila jembatan tersebut benar-benar tidak bisa dilalui, Desa Sebuntal berpotensi kehilangan akses keluar-masuk, yang akan berdampak besar pada kehidupan sosial dan ekonomi warga.
“Itu satu-satunya jalan untuk keluar dan masuk desa. Kalau jembatan ini sampai tidak bisa dilewati, kami bisa terisolir,” tutupnya. (ak/ko)





