Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Abdul Muis, menyoroti sejumlah persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah, terutama terkait dugaan pungutan liar (pungli) dan praktik jual beli buku yang dinilai meresahkan masyarakat.
Menurutnya, isu-isu seputar dunia pendidikan di Samarinda saat ini menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Wali Kota Andi Harun telah memberikan respons positif dan menjamin tidak ada lagi polemik terkait jual beli buku di sekolah, Abdul Muis menilai implementasi di lapangan masih perlu diawasi secara ketat.
“Pemkot memang sudah merespon dengan baik, bahkan Wali Kota sudah memberikan jaminan bahwa masalah ini tidak akan terjadi lagi. Namun, kita juga harus realistis bahwa belum tentu seluruh instansi sekolah bisa menjalankan hal ini seratus persen sesuai harapan,” ujar Abdul Muis.
Ia berharap, pengawasan terhadap praktik-praktik menyimpang di sekolah dapat terus ditingkatkan agar dunia pendidikan di Samarinda tetap bersih, adil, dan fokus pada peningkatan kualitas belajar siswa.
Abdul Muis juga mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut melaporkan jika menemukan indikasi pungli atau jual beli buku yang tidak sesuai aturan. (adv)





