Kutai Kartanegara – Kawasan wisata Puncak Bukit Biru di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memiliki potensi kunjungan hingga 4.000 orang per bulan dalam kondisi normal.
Kendati demikian, selama sekitar dua bulan terakhir, musim kemarau dan kabut asap menjadi tantangan bagi aktivitas wisata di destinasi tersebut.
Ketua Pokdarwis Dewi Arum, Dedi, menyampaikan bahwa jumlah pengunjung Bukit Biru pada kondisi normal berkisar 3.800 hingga 4.000 orang setiap bulan. Angka tersebut menunjukkan adanya minat masyarakat terhadap destinasi wisata alam yang berada di Desa Sumber Sari.
Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi cuaca dan kabut asap disebut memengaruhi kunjungan ke kawasan wisata tersebut. Situasi ini menjadi tantangan bagi pengelola dalam menjaga aktivitas wisata sekaligus melanjutkan pengembangan destinasi.
“Bukit Biru memiliki potensi wisata yang terus kami kembangkan. Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi musim kemarau dan kabut asap menjadi tantangan. Kami tetap berupaya membenahi fasilitas bersama pihak terkait dan masyarakat,” ujarnya.
Perubahan kondisi kunjungan menjadi perhatian dalam pengembangan Bukit Biru. Meski demikian, besaran penurunan jumlah wisatawan belum dapat dipastikan karena keterangan mengenai persentase penurunan dan jumlah pengunjung yang beredar dalam bahan wawancara masih membutuhkan pencocokan data.
Bagi calon pengunjung, kondisi cuaca dan kualitas udara dapat menjadi pertimbangan sebelum berwisata. Wisatawan disarankan memastikan kondisi terkini di kawasan Bukit Biru, terutama jika berencana melakukan aktivitas luar ruangan atau berkemah.
Di sisi lain, Pokdarwis Dewi Arum bersama pihak terkait tetap mengupayakan pembenahan fasilitas secara bertahap. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga potensi Bukit Biru sebagai salah satu destinasi wisata alam di Kukar.
“Pengembangan fasilitas tetap kami upayakan secara bertahap sesuai kemampuan yang tersedia. Kami berharap kondisi semakin mendukung kegiatan wisata. Kami juga ingin Bukit Biru terus berkembang menjadi destinasi yang nyaman bagi pengunjung,” terangnya.
Pengembangan potensi wisata di Desa Sumber Sari juga direncanakan melalui sektor lain, termasuk pertanian terpadu yang mencakup pertanian, peternakan, dan perikanan. Rencana ini diharapkan dapat menambah potensi kegiatan yang mendukung daya tarik desa, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya berjalan.
Memasuki 2027, pengelola berharap pengembangan destinasi di Desa Sumber Sari dapat terus berlanjut melalui dukungan pemerintah desa, instansi terkait, dan partisipasi masyarakat. Peningkatan fasilitas serta pengenalan potensi lokal menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata Bukit Biru.
“Kami berharap kondisi semakin baik sehingga pengembangan wisata dapat berjalan lebih optimal. Kami mengajak masyarakat mengenal potensi Bukit Biru ketika kondisi memungkinkan. Semoga destinasi ini semakin berkembang dan semakin banyak wisatawan datang ke Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (adv/nr/ko)




