Kutai Kartanegara – Pemulihan warga terdampak kebakaran di RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, mulai diarahkan pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Salah satu kebutuhan yang disampaikan korban adalah peralatan memasak, setelah kebakaran menghanguskan 60 rumah di kawasan tersebut.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (5/10/2026) itu berdampak terhadap 50 kepala keluarga dengan total 151 jiwa. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama berbagai pihak kemudian bergerak memberikan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri meninjau langsung lokasi kebakaran dan bertemu dengan warga terdampak, Kamis (8/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya memberikan bantuan berdasarkan kebutuhan yang disampaikan korban.
Menurutnya, sejumlah korban menyampaikan kebutuhan yang harus segera dipenuhi dalam proses recovery. Salah satunya adalah perlengkapan memasak. Kebutuhan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi pemerintah dengan Baznas dan Plt Camat Tenggarong.
“Alhamdulillah hari ini Baznas menurunkan bantuan untuk perlengkapan memasak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan peralatan memasak menjadi penting karena warga juga mendapatkan bantuan berupa bahan makanan. Tanpa peralatan yang memadai, bahan makanan tersebut tentu tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau seandainya bahan masakannya banyak dan perlengkapan masaknya tidak ada, bahan makanan tidak bisa terolah,” katanya.
Selain bantuan dari pemerintah dan lembaga sosial, kepedulian masyarakat juga terlihat melalui keterlibatan para relawan. Sejak kebakaran terjadi, relawan bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan ikut membantu memenuhi kebutuhan warga.
Aulia memberikan apresiasi terhadap seluruh relawan yang terus terlibat dalam penanganan pascakebakaran. Menurutnya, peran relawan sangat membantu pemerintah, terutama dalam memenuhi kebutuhan makanan selama masa tanggap dan pemulihan.
Dapur umum yang dibangun BPBD bersama personel Damkar menjadi salah satu pusat aktivitas para relawan. Para relawan, khususnya kelompok ibu-ibu, turut menyiapkan makanan bagi korban kebakaran, relawan dan pihak-pihak yang terlibat dalam proses recovery.
“Terima kasih kepada seluruh relawan yang selama ini aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan,” ucap Aulia.
Ia juga mengapresiasi personel Damkar dan BPBD yang sejak awal kejadian telah berada di lapangan. Pemerintah kecamatan dan kelurahan juga dinilai cepat mengambil peran dalam membantu warga.
Aulia berharap dukungan berbagai pihak dapat terus berjalan hingga proses pemulihan masyarakat terdampak kebakaran selesai. Bantuan yang diberikan pun diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar bantuan sesaat.
“Respons bantuan dari warga masyarakat sangat luar biasa,” pungkasnya. (adv/ns/ko)




