Taman Ulin Tenggarong Dipenuhi Sampah dan Minim Perawatan

Kondisi Taman Ulin Tenggarong. (Akmal/adakaltim)

Tenggarong – Rindangnya pepohonan di Taman Ulin Tenggarong yang berada di Jalan Mawar, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara masih berdiri seperti dulu, menghadirkan suasana teduh di tengah kota.

Namun di balik kesejukannya, pemandangan yang tersaji kini jauh dari kata nyaman. Sampah berserakan di sejumlah sudut, berpadu dengan kondisi taman yang tampak kurang terawat.

Hakim, salah seorang pengunjung yang kerap memanfaatkan taman tersebut untuk berolahraga, merasakan langsung perubahan kondisi itu.

Ia menyebut, keadaan taman saat ini terlihat semakin menurun dibanding beberapa waktu lalu.

“Kalau sebelum puasa itu masih lumayan bersih, walaupun memang kondisinya sudah memprihatinkan, banyak lumut di beberapa bagian,” ujarnya kepada adakaltim.com pada Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, keberadaan lumut di area taman sebenarnya sudah lama menjadi tanda kurangnya perawatan.

Meski begitu, kondisi tersebut masih bisa ditoleransi karena lingkungan taman tetap terasa nyaman untuk beraktivitas.

Hakim menilai, Taman Ulin Tenggarong memiliki suasana yang sangat mendukung untuk berbagai aktivitas masyarakat.

Selain teduh dan sejuk, taman ini juga dinilai cocok menjadi tempat bersantai, berolahraga hingga berkumpul bersama keluarga karena tersedia beberapa wahana permainan rekreasi.

“Sebenarnya di sini enak sekali, bisa buat santai, olahraga, bahkan kumpul keluarga juga cocok karena ada permainan untuk anak-anak,” kata dia.

Kini, lanjutnya, kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya sampah yang berserakan.

Hal itu membuat suasana taman tidak lagi senyaman sebelumnya, terutama bagi masyarakat yang datang untuk berolahraga atau sekadar bersantai.

Ia berharap ada perhatian lebih dari pihak terkait untuk kembali merawat Taman Ulin Tenggarong agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Baginya, taman ini memiliki potensi besar sebagai ruang terbuka hijau yang layak dan nyaman di Tenggarong.

“Sayang sekali kalau dibiarkan seperti ini, padahal tempatnya sudah nyaman dan sejuk, tinggal dirawat saja supaya bisa dinikmati masyarakat lagi,” tutupnya. (ak/ko)

Bagikan :