Tenggarong – Hamparan sawah di Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menguning menandakan masa panen padi semakin dekat.
Namun di balik pemandangan tersebut, para petani justru diliputi kekhawatiran akibat serangan hama dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Seorang petani padi, Sutik mengaku saat tanaman padi memasuki masa menjelang panen, ancaman hama mulai meningkat.
Tikus sawah dan burung kerap datang ke lahan pertanian dan merusak bulir padi yang sudah mulai berisi.
“Kalau sudah mendekati panen seperti ini biasanya hama mulai banyak. Tikus sama burung sering masuk ke sawah dan memakan bulir padi yang sudah mulai berisi,” ujarnya saat ditemui di areal persawahan pada Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat para petani harus lebih sering memantau sawah agar kerusakan tanaman tidak semakin meluas.
Berbagai cara dilakukan untuk mengurangi serangan hama, mulai dari memasang orang-orangan sawah hingga menjaga lahan secara bergantian.
“Biasanya kami pasang orang-orangan sawah supaya burung tidak datang. Kadang juga kami jaga sawah, tapi tetap saja masih ada yang masuk,” kata dia.
Selain serangan hama, faktor cuaca juga menjadi perhatian para petani.
Sutik mengatakan hujan yang turun terus-menerus saat musim panen dapat membuat tanaman padi yang sudah matang bisa rebah ke tanah dan sebagian bulirnya rontok, sehingga proses panen menjadi lebih sulit dan hasil yang didapat berpotensi berkurang.
“Kalau hujan terus saat padi sudah siap panen, tanaman bisa rebah. Kalau sudah begitu panennya jadi lebih sulit dan hasilnya juga bisa berkurang,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, curah hujan yang tinggi juga menyulitkan petani dalam mengeringkan gabah.
Jika gabah terlalu lama dalam kondisi basah, kualitasnya bisa menurun dan berdampak pada harga jual saat dipasarkan.
Meski demikian, ia tetap berharap kondisi cuaca ke depan lebih bersahabat agar proses panen dapat berjalan lancar.
Sutik juga berharap hasil panen tahun ini tetap baik meski menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.
“Mudah-mudahan cuaca bagus sampai panen nanti supaya hasilnya tetap maksimal dan tidak banyak yang rusak,” tutupnya. (ak/ko)





