Tenggarong – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Idham, menyebut Wisata Danau Biru Panca Jaya, Desa Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman berpotensi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola secara optimal dan ditata lebih baik.
Menurutnya, potensi tersebut sudah terlihat dari tingginya kunjungan masyarakat setiap hari.
Idham menjelaskan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperjelas legalitas lahan.
Saat ini, status tanah di kawasan tersebut masih terbagi-bagi, ada yang merupakan milik pribadi warga dan ada pula yang lainnya.
“Kita minta agar legalitas tanahnya jelas. Lahannya masih terbagi, ada milik warga pribadi dan ada yang lainnya. Itu memang baik untuk pengembangan wisatanya kalau bisa difasilitasi,” ujarnya kepada media ini, Rabu (11/2/2026).
Ia menilai, kawasan tersebut kini sudah berkembang secara alami. Warung-warung milik warga buka setiap hari dan aktivitas ekonomi mulai tumbuh.
Namun, penataan kawasan dinilai masih perlu perhatian dari Dinas Pariwisata agar lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung.
Terkait isu keamanan, terutama karena danau tersebut merupakan bekas tambang, Idham menyebut saat ini sudah ada larangan mandi di lokasi.
“Sekarang sudah dilarang mandi di situ. Warga yang menaikkan perahu juga diwajibkan memakai pelampung dan sudah disiapkan demi keselamatan,” kata dia.
Meski demikian, ia mengakui masih ada pengunjung yang nekat mandi, padahal kondisi danau cukup dalam dan berbahaya.
Ia menjelaskan, sebelum adanya aktivitas tambang, kawasan tersebut memang sudah memiliki sumber mata air alami dan sejak dulu dimanfaatkan warga.
“Sebelum ada tambang memang sudah ada mata air di situ. Orang-orang dulu juga mandi di sana, bahkan ada cerita-cerita tentang orang sakti yang mandi di situ,” jelasnya.

Selain wisata perahu, potensi UMKM di sekitar danau juga cukup besar, berbagai pedagang menjajakan makanan dan minuman, bahkan sudah tersedia wahana permainan anak seperti balon raksasa dan playground sederhana.
Ia menuturkan bawahan beberapa pedagang mengaku telah berjualan sekitar dua bulan terakhir dan merasakan ramainya pengunjung, terutama saat hari libur.
Idham berharap pemerintah desa bersama instansi terkait dapat menata kawasan tersebut secara menyeluruh, termasuk pengelolaan parkir dan penambahan wahana permainan.
“Harapannya tentu kawasan itu bisa diatur dengan baik dan menambah PAD. Parkir bisa dikelola dengan baik, wahana permainan bisa ditambah agar semakin menarik wisatawan,” pungkasnya. (ak/ko)





