Tenggarong – Keluhan terkait kualitas air bersih PDAM disampaikan warga Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Air PDAM yang mengalir ke rumah warga dikeluhkan dalam kondisi keruh selama beberapa hari terakhir, sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk digunakan dalam kebutuhan sehari-hari.
Keluhan tersebut disampaikan oleh salah satu warga, Renaldi, yang mengatakan bahwa kondisi air yang tidak jernih membuat keluarganya ragu memanfaatkan air PDAM.
“Air dari PDAM di rumah saya terlihat keruh, jadi kami khawatir untuk menggunakannya, terutama untuk kebutuhan memasak dan minum,” ujarnya kepada adakaltim.com pada Sabtu (31/1/2026).
Renaldi menyebut, perubahan warna air itu terjadi selama beberapa hari dan cukup mengganggu aktivitas rumah tangga.
“Kami berharap kualitas air bisa kembali normal, karena air bersih sangat dibutuhkan setiap hari,” katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Perumda Tirta Mahakam memastikan perubahan warna air yang terjadi di wilayah Tenggarong dipicu oleh fenomena alam air bangar.
Fenomena ini biasanya terjadi saat perubahan cuaca dan meningkatnya debit air sungai yang memengaruhi kondisi air baku.
Humas Perumda Tirta Mahakam Tenggarong, Hendri, menegaskan air yang disalurkan ke pelanggan tetap melalui proses pengolahan sesuai standar kualitas.
“Air yang kami distribusikan tetap melalui proses pengolahan sesuai standar kualitas air minum dan dilakukan pengawasan secara rutin,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa perubahan warna air tidak serta-merta menunjukkan kondisi air berbahaya.
“Perubahan warna ini tidak berarti air berbahaya, karena seluruh proses pengolahan tetap berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Selain itu, Perumda Tirta Mahakam melakukan pembersihan jaringan distribusi secara berkala sebagai langkah antisipasi.
Hendri menyebut pembersihan pipa dan filter dilakukan setiap hari melalui wash out.
“Pembersihan pipa dan filter kami lakukan setiap hari melalui wash out, supaya aliran air yang diterima pelanggan tetap terjaga kebersihannya,” kata dia.
Atas kondisi tersebut, Perumda Tirta Mahakam menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang dirasakan.
“Atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat fenomena ini, kami menyampaikan permohonan maaf dan akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya. (ak/ko)





