Manajemen Talenta ASN Segera Diterapkan di Kukar

Sekertaris Daerah Kukar, Sunggono. (Akmal/adakaltim)

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap menerapkan sistem manajemen talenta sebagai kerangka baru pembinaan karier aparatur sipil negara.

Tahun 2026 menjadi titik awal implementasi kebijakan tersebut setelah hasil evaluasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyatakan Kukar memenuhi kriteria untuk menjalankannya, meski masih terdapat sejumlah aspek teknis yang perlu disempurnakan sebelum penerapan dilakukan secara penuh.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menjelaskan kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pembenahan tata kelola sumber daya aparatur agar lebih objektif, profesional, dan berbasis kompetensi.

Sistem manajemen talenta diharapkan menjadi fondasi baru dalam pengembangan karier ASN di lingkungan Pemkab Kukar.

“Insyaallah manajemen talenta akan mulai kita laksanakan. KASN menilai Kukar sudah layak, namun ada beberapa catatan yang harus kami sesuaikan terlebih dahulu,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Dalam skema tersebut, lanjutnya, penempatan jabatan tidak lagi hanya didasarkan pada masa kerja atau senioritas.

Penilaian akan mempertimbangkan kompetensi, potensi pengembangan, rekam jejak kinerja, serta hasil evaluasi yang terdokumentasi dalam sistem kepegawaian secara menyeluruh.

Sunggono menegaskan, seluruh ASN memiliki peran penting dalam menyukseskan penerapan sistem ini.

Ia meminta aparatur aktif mendokumentasikan setiap capaian kerja, pengalaman, penghargaan, dan kontribusi yang dimiliki ke dalam basis data kepegawaian sebagai bagian dari proses pemetaan talenta.

“ASN jangan sampai abai terhadap potensi dan kompetensi yang dimiliki. Semua itu harus terlihat dari data dan eviden yang diinput secara mandiri,” tuturnya.

Menurutnya, kelengkapan data dan bukti pendukung tersebut akan menjadi indikator utama dalam menentukan posisi kompetensi dan potensi ASN dalam sistem manajemen talenta yang sedang dibangun.

“Bukti-bukti itu nantinya akan mempengaruhi grade kompetensi dan potensi ASN yang bersangkutan,” pungkasnya. (ak/ko)

Bagikan :