Tenggarong – Operasi pencarian terhadap RTH (38), karyawan PT Astiku Sakti yang dilaporkan tenggelam di perairan Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akhirnya berakhir setelah dua hari upaya intensif.
RTH ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (7/1/2026) pagi.
Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Eko Suryawinata menjelaskan, korban ditemukan oleh warga di kawasan perairan anak sungai Kelurahan Pendingin, dengan jarak penemuan sekitar 14 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Perbedaan lokasi tersebut menggambarkan derasnya arus sungai yang membawa tubuh korban hingga ke wilayah tersebut.
“Jasad ditemukan oleh warga, jaraknya 14 kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban dinyatakan hilang tenggelam,” ujarnya.
Usai penemuan, petugas segera mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda sesuai permintaan keluarga untuk proses penanganan lanjutan.
Peristiwa nahas yang merenggut nyawa korban tersebut terjadi pada Senin malam (5/1/2026) sekitar pukul 19.30 WITA.
Saat itu, kata dia, korban bersama tiga orang rekannya berada dalam perjalanan pulang menggunakan perahu ces.
Ketika melintas di jalur perairan yang padat aktivitas, perahu tersebut mengalami gangguan teknis.
Dalam kondisi tersebut, keempat pekerja tetap berupaya melanjutkan perjalanan tanpa sempat menepi.
Saat mencoba melintas di sekitar kapal tugboat, perahu mereka dihantam hingga seluruh penumpang terlempar ke sungai.
Tiga orang berhasil keluar dari situasi berbahaya tersebut, sementara RTH terseret arus dan dinyatakan hilang.
Sejak saat itu, pencarian dilakukan secara berkelanjutan hingga akhirnya korban ditemukan dua hari kemudian.
“Jasad sudah ditemukan. Dengan ditemukannya korban menandakan misi pencarian sudah selesai,” pungkasnya. (ak/ko)





