Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menempatkan pemerataan akses internet sebagai salah satu fokus utama transformasi digital daerah dengan target seluruh desa hingga Rukun Tetangga (RT) sudah terhubung layanan jaringan pada 2026.
Program ini diproyeksikan menjadi fondasi percepatan layanan publik modern dan sekaligus membuka ruang pemanfaatan teknologi di seluruh lapisan masyarakat.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menjelaskan, kebutuhan internet kini setara dengan layanan dasar lainnya.
Pemerintah ingin memastikan wilayah kota hingga pedalaman dapat menikmati akses jaringan yang stabil dan terjangkau.
“Kami ingin seluruh wilayah Kukar, dari kota sampai pedalaman, bisa menikmati internet. Targetnya 2026, tak ada lagi desa tanpa jaringan,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Upaya tersebut akan dipacu melalui pemanfaatan satelit Starlink yang dinilai lebih efisien menjangkau wilayah terpencil.
Sebelumnya, uji akses telah dilakukan di Desa Sungai Bawang, Kecamatan Muara Badak, namun penghentian akses Starlink kategori rumah tangga membuat skema penggunaan perlu disusun ulang.
Meski begitu, Aulia menegaskan pemkab telah melakukan komunikasi dan negosiasi lanjutan agar layanan tetap bisa digunakan untuk percepatan Internet Desa.
“Starlink untuk kategori rumah tangga memang sudah ditarik. Tapi kami sedang negosiasi agar tetap bisa digunakan dengan skema lain. Jika menggunakan provider konvensional, biayanya jauh lebih besar,” jelasnya.
Aulia menyebutkan, pengembangan internet desa ini merupakan bagian dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, yang turut memberikan alokasi Rp150 juta per RT sebagai sumber pendanaan infrastruktur digital.
Dengan estimasi biaya pemasangan Starlink sekitar Rp5–7 juta dan langganan sekitar Rp2 juta per bulan, RT berpotensi mengelola jaringan secara mandiri tanpa beban anggaran besar.
“Program ini terhubung dengan Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, karena akses internet harus bisa dimanfaatkan di tingkat RT. Kita ingin masyarakat merasakan manfaatnya langsung,” tegasnya.
Dampak program internet desa, kata dia, tidak hanya terbatas pada jaringan, namun juga diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik digital, mulai dari administrasi desa, pendidikan daring, layanan kesehatan, hingga ruang ekonomi berbasis teknologi.
“Pemerintah berharap pemerataan internet dapat mempercepat transformasi pelayanan yang responsif hingga ke wilayah terbawah,”tutupnya. (adv/ak/ko)





