Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong peran aktif Koperasi Desa Merah Putih sebagai mitra strategis dalam penyediaan bahan baku untuk mendukung pelaksanaan program Nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, saat pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) ketahanan pangan di desa dan pembentukan koperasi desa merah putih sesuai instruksi presiden nomor 9 tahun 2025, yang digelar di Hotel Grand Elty, Tenggarong pada Jumat (24/10/2025).
Dalam kegiatan yang dilaksanakan hingga tanggal 26 Oktober itu, Arianto menjelaskan bahwa kerja sama dengan MBG menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa.
Melalui sinergi ini, pemerintah desa bersama BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam pengelolaan serta distribusi bahan baku pangan lokal untuk mendukung program MBG di daerah.
“Terkait kolaborasi dengan MBG, sejauh ini sudah ada beberapa desa yang menjalin kerja sama dalam penyediaan bahan baku,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arianto mengatakan, kemitraan tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat untuk mendorong desa agar berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui mekanisme koperasi dan BUMDes.
“Untuk detailnya masih akan kami cek kembali, namun sebelumnya sudah ada laporan bahwa beberapa koperasi telah diajak bekerja sama dengan SPPG di desa masing-masing,” jelasnya.
Salah satu contoh kemitraan yang sudah berjalan, Kecamatan Anggana melalui Koperasi Desa Merah Putih Sidomulyo sudah mulai melakukan kemitraan dengan SPPG.
“Selain melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung koperasi, mereka juga sudah mulai dilibatkan dalam penyediaan bahan baku untuk program MBG,” kata dia.
Menurutnya, model kerja sama tersebut dapat menjadi contoh bagi koperasi desa lain di kukar untuk ikut berperan dalam program MBG.
“Kami berharap melalui sinergi ini, pemerintah desa, BUMDes, dan koperasi bisa semakin berdaya dalam mengelola potensi pangan lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Ia menegaskan, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih di setiap wilayah menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program MBG.
“Dengan dukungan semua pihak, kami yakin kerja sama antara Koperasi Desa Merah Putih dan MBG dapat berjalan optimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa di Kutai Kartanegara,” tutupnya. (ak/ko)





