Samarinda – Bagi Anggota DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 tahun ini bukan sekadar seremoni bendera. Lebih dari itu, ia menilai kemerdekaan sejati harus tercermin dari kesejahteraan rakyat dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini merdeka, jangan sampai di negara merdeka masyarakat justru susah mencari kerja,” ucap politisi PKS tersebut, Selasa (19/8/2025).
Menurutnya, kesejahteraan rakyat harus dilihat dari indikator nyata, seperti meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan menurunnya angka stunting.
Ia menyoroti bahwa hingga kini masih ada satu dari empat bayi yang lahir dengan kondisi kekurangan gizi.
“Untuk apa APBD tinggi kalau bayi yang lahir masih kekurangan gizi,” tegasnya.
Sani menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah memang baik, namun tidak serta-merta dapat menekan stunting. Sebab, stunting erat kaitannya dengan pemenuhan gizi sejak bayi hingga balita.
“Kalau MBG kan lebih ke anak usia sekolah. Padahal gizi paling menentukan justru di usia emas, dari bayi sampai balita,” jelasnya.
Sebagai jalan keluar, ia menawarkan skema bantuan tunai langsung kepada orang tua. Dengan begitu, mereka bisa menyiapkan makanan bergizi dari rumah sesuai kebutuhan anak.
“Lebih tepat kalau orang tua diberikan uang tunai, misalnya Rp15 ribu, untuk membuat makanan anaknya dari rumah, lalu dibawa ke sekolah,” sarannya. (adv/hr/ko)





