Samarinda – Jalanan licin usai hujan deras dan rawa yang perlahan tertutup sedimen tanah menjadi pemandangan yang ditemui Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, saat melakukan inspeksi ke kawasan pergudangan Jalan Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Selasa (5/7/2025) lalu.
Aktivitas cut and fill atau pemindahan tanah untuk pematangan lahan di kawasan itu dinilai berpotensi menimbulkan masalah lingkungan.
“Walaupun jarak pengangkutannya berseberangan, tetap saja ada dampaknya,” kata Deni.
Ia menilai peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sepele, sebab selain mencemari lingkungan, material yang tercecer juga berkontribusi terhadap kerusakan infrastruktur.
Deni pun meminta Satpol PP bersama dinas terkait segera turun mengecek izin serta kesesuaian aktivitas cut and fill itu dengan aturan.
“Kalau ada pelanggaran, bisa ditindak tegas, bahkan sampai pemasangan police line,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Bagi Deni, pembangunan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan maupun mengabaikan aspek legalitas.
“Kalau tidak sesuai, ya harus dihentikan sementara sampai mereka menyelesaikan administrasi dan tanggung jawabnya,” tegasnya. (adv/hr/ko)





