DPRD Samarinda Dorong Pemkot Biayai Seragam Batik dan Olahraga untuk Siswa Kurang Mampu

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (ist)

Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk menanggung pembiayaan seragam batik dan pakaian olahraga bagi siswa yang berasal dari jalur afirmasi atau keluarga tidak mampu.

Usulan ini muncul menyusul keluhan masyarakat terkait mahalnya biaya perlengkapan sekolah yang sebagian besar masih dikelola melalui koperasi sekolah. Novan menilai, seragam batik dan olahraga memiliki karakteristik khusus di tiap sekolah, sehingga tidak dapat dibeli di pasaran umum.

“Kalau seragam putih biru atau pramuka masih bisa dibeli di luar. Tapi batik dan olahraga berbeda-beda tiap sekolah, jadi harus beli di sekolah. Ini yang jadi beban bagi orang tua siswa, terutama yang tidak mampu,” kata Novan dalam rapat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda.

Selain soal pembiayaan seragam, Novan juga menyoroti belum adanya standarisasi harga barang-barang yang dijual koperasi sekolah. Ia menemukan sejumlah sekolah yang mewajibkan siswa membeli barang-barang seperti sampul rapor, tes psikologi, hingga asuransi, yang dinilai kurang penting karena siswa sudah dijamin melalui BPJS.

“Sekolah tidak boleh bertindak sendiri tanpa dasar regulasi. Harus ada aturan yang jelas agar koperasi tidak menjual barang dengan harga semaunya,” tegasnya.

Ia pun menyambut baik langkah Disdikbud Samarinda yang mulai menyusun regulasi terkait koperasi sekolah dan skema subsidi pembiayaan. Menurutnya, kebijakan awal sebaiknya difokuskan pada dua jenis pakaian yang wajib dan tidak bisa digantikan, yakni seragam batik dan olahraga.

“Kalau dua jenis pakaian ini bisa dibantu pemerintah, itu sudah sangat meringankan beban keluarga kurang mampu. Siswa lain bisa dipertimbangkan dalam APBD tahun berikutnya,” pungkas Novan. (adv/hr/ko)

Bagikan :