Tenggarong – Sepinya aktivitas jual beli di Pasar Lapangan Pemuda Kecamatan Tenggarong tidak menyurutkan tekad sebagian pedagang untuk tetap bertahan.
Meski banyak yang sudah memilih pindah karena minimnya pembeli, Pemilik toko USU, Ahmad (40), penjual perlengkapan sekolah, masih terus berjualan di tengah kondisi yang serba terbatas.
“Kalau malam itu jarang orang yang mau ke sini. Kalau di tempat yang lama, dulu sampai jam 10 malam itu masih ada orang,” ungkapnya pada adakaltim.com, Senin (16/6/2025).
Hampir dua tahun Ahmad menempati pasar relokasi setelah sebelumnya berjualan sejak 2013 di Pasar Tangga Arung, yang berlokasi di Jalan Maduningrat.
Ia merasakannya lokasi pasar yang sekarang terlalu jauh dari pusat keramaian dan sulit diakses pembeli, terutama saat malam hari.
Tak hanya akses yang jauh, minimnya aktivitas juga membuat banyak pedagang angkat kaki dan mencari tempat baru.
“Lapak orang banyak yang tutup di sini, terus pindah nyari lagi ke tempat lain. Yang di sini ya seadanya aja bertahan,” ungkapnya.
Ahmad sendiri memilih bertahan bukan karena pasar ini menguntungkan, melainkan karena keterbatasan modal.
Ia tak mampu membayar sewa lapak di lokasi lain, sementara di pasar relokasi ini semua fasilitas disediakan pemerintah secara gratis.
“disiapkan semuanya gratis lampu, air, semuanya tinggal ditempati saja.
Jadi lebih baik bertahan di sini aja,” katanya.
Ahmad berharap pemerintah darah segera menindaklanjuti rencana pemindahan ke pasar baru yang lebih strategis dan layak.
“Kalau bisa sih secepatnya aja dipindahkan ke lokasi pasar yang baru dibangun,” pungkasnya. (ak/ko)





