Samarinda – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 di Kota Samarinda terus menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda.
Sejumlah masukan dari masyarakat mendorong lembaga legislatif ini untuk meminta Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem tersebut.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, mengatakan bahwa sistem penerimaan siswa baru harus ditingkatkan agar lebih berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan serta harapan masyarakat, khususnya para orang tua.
“Sistem ini harus memberikan jaminan bahwa anak-anak bisa masuk ke sekolah yang layak, memiliki fasilitas memadai, dan berada dekat dengan tempat tinggal mereka,” tegas Anhar.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi, keadilan, dan kemudahan akses dalam proses penerimaan siswa. Tak hanya itu, DPRD turut mendorong Pemkot memperkuat pengawasan di lapangan guna mencegah praktik-praktik yang melanggar aturan, termasuk potensi pungutan liar.
Menurut Anhar, integritas dan etika di lingkungan pendidikan harus menjadi perhatian, baik dalam pengelolaan sekolah maupun perilaku tenaga pendidik.
Pihaknya mengaku telah menerima sejumlah laporan dari masyarakat terkait pelaksanaan SPMB, yang menjadi dasar untuk mendorong pembenahan kebijakan.
“Evaluasi ini harus menyeluruh, tidak hanya pada aspek teknis penerimaan, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter dan integritas seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan,” pungkasnya. (Adv)





