Tenggarong – Planetarium Jagat Raya yang berada di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) terpaksa ditutup selama masa libur panjang Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.
Penutupan ini disebabkan oleh gangguan teknis akibat ketidakstabilan aliran listrik yang berdampak pada kerusakan sejumlah peralatan utama di dalam planetarium.
Planetarium Jagat Raya merupakan destinasi wisata edukatif andalan di Kukar yang menyajikan pengalaman belajar astronomi secara visual dan interaktif melalui teknologi proyeksi langit dan tata surya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto, menjelaskan kerusakan peralatan disebabkan oleh arus listrik yang tidak stabil.
“Memang sebelumnya sudah dilakukan beberapa perbaikan, namun saat diuji coba kembali, tim teknisi kami mendapati kerusakan pada beberapa alat. Informasinya, arus listrik yang masuk ke Planetarium tidak stabil, naik turun, dan sayangnya ini terjadi mendekati masa liburan,” terang Arianto, Jumat (11/4/25).
Ia mengungkapkan kekecewaannya karena gangguan tersebut terjadi saat momen kunjungan wisata sedang tinggi.
“Ini memang sangat kami sesalkan, karena seharusnya pengunjung bisa menikmati tampilan-tampilan menarik dari Planetarium selama libur panjang,” ujarnya.
Arianto juga menambahkan bahwa Planetarium Jagat Raya selama ini menjadi sarana belajar luar kelas yang efektif, terutama bagi siswa-siswa sekolah dasar dan menengah.
“Biasanya para guru sudah melakukan reservasi jauh-jauh hari untuk kunjungan belajar, terutama dalam pelajaran IPA. Anak-anak sangat antusias karena bisa belajar secara langsung mengenai tata surya dan ilmu astronomi,” katanya.
Dispa Kukar sendiri telah mengirimkan surat resmi kepada PLN untuk meminta penanganan khusus terkait kestabilan pasokan listrik ke kawasan Planetarium.
Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kerusakan ulang pada peralatan setelah diperbaiki. “Kami ingin memastikan bahwa ketika alat-alat diperbaiki, tidak akan rusak lagi karena listrik yang tidak stabil. Koordinasi terus kami lakukan, dan kami berharap PLN bisa segera menangani ini,” tegas Arianto.
Ia menyampaikan, peralatan yang rusak akan langsung diperbaiki begitu aliran listrik dinyatakan stabil, agar Planetarium bisa kembali melayani pengunjung.
“Kami tahu banyak yang menantikan kunjungan ke sana, jadi kami upayakan secepatnya bisa kembali beroperasi secara normal,” pungkasnya. (adv/ak/ko)





