Pemkab Kukar Fokus Strategi Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem Sepanjang 2024

Plt. Kadinsos Kukar, Yuliandris Suherdiman. (Akmal/adakaltim)

Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkomitmen untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem sepanjang 2024, dengan mengimplementasikan dua strategi utama.

Plt. Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kukar, Yuliandris Suherdiman, menjelaskan strategi pertama adalah mengurangi beban pengeluaran warga miskin melalui bantuan sosial, seperti bantuan langsung tunai dan sembako.

Strategi kedua fokus pada pemberdayaan ekonomi produktif, khususnya bagi wanita rawan sosial dan ekonomi, agar dapat meningkatkan pendapatan dan mencukupi kebutuhan dasarnya secara mandiri.

Menurut Yuliandris, upaya ini telah menunjukkan hasil yang signifikan, meskipun grafik penurunan kemiskinan ekstrem tidak menunjukkan angka yang sangat besar.

“Meskipun penurunan angka kemiskinan ekstrem tidak terlalu drastis, tetapi upaya kita dalam membantu masyarakat sudah cukup memberikan dampak yang signifikan,” ujarnya, Sabtu (28/12/24).

Yuliandris juga menambahkan evaluasi dan perbaikan data menjadi hal penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran.

Pemkab Kukar terus berupaya memperbaiki kualitas data penerima bantuan melalui penggunaan data terpadu seperti P3KE dan PTKS, serta melibatkan Forum RT dalam verifikasi data untuk meningkatkan validitasnya.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah memastikan data yang digunakan untuk pemberian bantuan sudah seakurat mungkin.

Meskipun tidak ada data yang 100 persen sempurna, Yuliandris mengungkapkan pihaknya berusaha meminimalkan kesalahan data, seperti inklusi atau eksklusi error, dengan melibatkan masyarakat lebih dalam dalam proses verifikasi.

Selain itu, Yuliandris menyatakan keberhasilan program ini akan terlihat dari semakin berkurangnya angka penerima bantuan.

“Kami berharap dengan adanya graduasi mandiri, penerima bantuan yang sudah mampu mencukupi kebutuhan dasar mereka akan berkurang, karena mereka sudah tidak lagi bergantung pada bantuan sosial,” kata Yuliandris.

Sebagai contoh, di sektor bantuan usaha ekonomi produktif, Dinas Sosial bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan bantuan kepada wanita-wanita yang berisiko mengalami kemiskinan sosial dan ekonomi.

Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan mereka dapat meningkatkan pendapatan dan akhirnya keluar dari garis kemiskinan.

Yuliandris juga menekankan pentingnya pemberdayaan, terutama untuk mereka yang sudah berpotensi mandiri secara ekonomi.

“Memberikan bantuan tanpa diimbangi dengan pemberdayaan tentu tidak akan efektif. Kami berusaha menciptakan kesempatan bagi mereka untuk beralih dari penerima bantuan menjadi individu yang mandiri dan produktif,” pungkasnya. (Ak)

Bagikan :