Tenggarong – Sebanyak 1.438 usulan pembangunan dari 12 kelurahan dan dua desa mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang digelar di Gedung BPU Kecamatan Tenggarong pada Kamis (5/1/2026).
Forum ini menjadi bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.
Camat Tenggarong Sukono menyampaikan seluruh rangkaian Musrenbang berjalan lancar dengan tingkat partisipasi yang tinggi dari para pemangku kepentingan.
“Kegiatan Musrenbang ini kita laksanakan sesuai agenda dan berjalan tertib dari pagi sampai siang hari,” tuturnya.
Dalam forum tersebut, seluruh aspirasi dari 12 kelurahan dan dua desa berhasil dihimpun dengan total mencapai 1.438 usulan.
Usulan tersebut mencakup berbagai sektor, seperti infrastruktur, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan, ketertiban, hingga fasilitas umum.
“Jumlah usulan yang masuk cukup besar dan itu menunjukkan kebutuhan masyarakat Tenggarong masih sangat beragam,” ujarnya.
Sukono mengungkapkan bahwa usulan paling dominan berada di sektor infrastruktur.
Meskipun, lanjutnya, secara umum kondisi infrastruktur di Kecamatan Tenggarong sudah relatif baik, masih terdapat ruas jalan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Ia menuturkan, berdasarkan paparan Dinas Perumahan dan Permukiman, dari total jaringan jalan lebih dari 300 kilometer, sekitar 40 kilometer masih belum tertangani secara optimal.
“Masih ada beberapa ruas jalan yang memang perlu perhatian khusus agar akses masyarakat bisa lebih baik,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, Dinas Perumahan dan Permukiman menjadi perangkat daerah dengan jumlah usulan terbanyak, yakni mencapai 386 usulan.
Pemerintah kecamatan berharap seluruh usulan tersebut dapat direalisasikan secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun ke depan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Kita pahami anggaran tidak bisa mengakomodir semuanya sekaligus, karena itu realisasinya kita dorong bertahap,” jelasnya.
Terkait proses penginputan, dari total 1.438 usulan yang masuk, sementara ini baru sekitar 369 usulan yang berhasil diunggah ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
“Penginputan masih berjalan dan akan kita selesaikan sesuai urutan prioritas yang telah ditetapkan,” kata dia.
Sukono berharap masyarakat dapat memahami hasil Musrenbang yang nantinya direalisasikan pemerintah daerah.
Mengingat banyaknya usulan yang masuk, tidak semuanya dapat diwujudkan dalam satu tahun anggaran.
“Kami berharap masyarakat bisa menerima hasil Musrenbang ini dengan lapang dada karena pemerintah tetap berupaya memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak,” tutupnya. (ak/ko)





